“Guru Bergerak, Pembelajaran Berdampak:  KomBel NYAWIJI Gelar Workshop SMART 2026”

“Guru Bergerak, Pembelajaran Berdampak: KomBel NYAWIJI Gelar Workshop SMART 2026”

Kemranjen — Semangat meningkatkan kualitas pembelajaran menggelora di SMP Negeri 1 Kemranjen. Melalui Komunitas Belajar (KomBel) NYAWIJI, seluruh bapak dan ibu guru mengikuti Workshop Strategi Merancang Pembelajaran Aktif, Reflektif dan Berbasis Teknologi (SMART) Tahun Ajaran 2026/2027, Rabu–Kamis, 12–13 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi salah satu program KomBel NYAWIJI dalam memperkuat kompetensi guru agar mampu menghadirkan pembelajaran yang aktif, reflektif, kontekstual, dan sesuai dengan tuntutan pendidikan masa kini.

Workshop SMART dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Bapak Widodo Sugiri, ST. Dalam arahannya, beliau memberikan apresiasi terhadap komitmen SMPN 1 Kemranjen dalam membangun budaya belajar bagi para pendidik melalui komunitas belajar di sekolah. Menurutnya, peningkatan kompetensi guru merupakan bagian penting dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas bagi peserta didik.

“Guru harus terus bergerak, belajar, dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang mampu membuat peserta didik aktif, berpikir, dan berkembang sesuai dengan potensinya,” pesan Widodo Sugiri dalam membuka kegiatan workshop.

Salah satu narasumber utama dalam kegiatan tersebut adalah Ibu Nuri Widhia Dwi R, M.Pd., Pengawas SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, yang menyampaikan materi tentang Literasi dan Numerasi (Litnum). Materi tersebut memberikan penguatan kepada guru mengenai pentingnya mengembangkan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik melalui berbagai mata pelajaran, sehingga kemampuan membaca, memahami informasi, bernalar, serta menggunakan konsep numerasi dapat tumbuh secara terintegrasi dalam pembelajaran.

Dalam pemaparannya, Ibu Nuri menekankan bahwa literasi dan numerasi bukan semata-mata tanggung jawab guru bahasa atau matematika. Kemampuan tersebut perlu dibangun bersama melalui pengalaman belajar yang dekat dengan kehidupan peserta didik. Oleh karena itu, guru didorong untuk merancang aktivitas pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada murid untuk membaca informasi, menganalisis data, memecahkan masalah, mengambil keputusan, serta mengomunikasikan hasil pemikirannya.

Materi berikutnya disampaikan oleh Ibu Mistina Hidayati, M.Pd., Kepala SMPN 1 Kemranjen, yang membahas tentang kokurikuler. Melalui materi ini, guru mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya kegiatan kokurikuler sebagai bagian dari pengalaman pendidikan yang mendukung pencapaian tujuan pembelajaran sekaligus pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik.

Ibu Mistina juga mengajak seluruh guru untuk memandang kegiatan kokurikuler sebagai ruang pembelajaran yang dapat memperkaya pengalaman murid. Kegiatan tersebut dapat dirancang secara kontekstual dan kolaboratif sehingga peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga belajar bekerja sama, bertanggung jawab, berkomunikasi, memecahkan masalah, dan menerapkan pengetahuan dalam kehidupan nyata.

Kegiatan semakin menarik ketika peserta memperoleh inspirasi melalui sesi praktik baik yang disampaikan oleh Bapak Bismo Triono, S.Pd. dan Bapak Aji Sambudi, S.Pd. Keduanya berbagi pengalaman mengenai strategi dan inovasi pembelajaran yang telah diterapkan. Praktik baik tersebut menjadi ruang berbagi antarguru sekaligus membuka peluang untuk mengadaptasi berbagai pendekatan sesuai dengan karakteristik mata pelajaran dan kebutuhan peserta didik.

Antusiasme tampak dari keterlibatan seluruh peserta yang merupakan bapak dan ibu guru SMPN 1 Kemranjen. Diskusi, tanya jawab, berbagi pengalaman, dan praktik secara langsung menjadikan workshop tidak sekadar kegiatan menerima materi, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi untuk menemukan ide-ide baru dalam merancang pembelajaran.

Selama dua hari, para guru diajak merefleksikan praktik pembelajaran yang selama ini dilakukan sekaligus menyusun strategi agar pembelajaran menjadi lebih aktif, reflektif, dan memanfaatkan teknologi secara tepat. Kolaborasi antara materi Litnum, kokurikuler, serta praktik baik memberikan perspektif yang lebih utuh bagi guru dalam mengembangkan pengalaman belajar yang bermakna.

Melalui Workshop SMART 2026, KomBel NYAWIJI SMPN 1 Kemranjen kembali meneguhkan komitmennya untuk membangun budaya belajar dan berbagi di kalangan pendidik. Semangat belajar bersama diharapkan terus berlanjut dalam praktik sehari-hari sehingga setiap inovasi yang lahir dari komunitas belajar benar-benar bermuara pada peningkatan kualitas pembelajaran dan memberikan dampak positif bagi peserta didik SMPN 1 Kemranjen.

Related Posts

Komentar